Baku Tembak di Kaliurang, 2 petugas Densus Luka-luka dan Tewaskan Terduga Teroris

oleh

Iniberita.news – Kembali terjadi bentrok antara polisi dan terduga teroris, kali ini bentrok dan juga baku tembak terjadi antara Polisi dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5, Sleman, Yogyakarta.

Pada insiden tersebut 2 petugas Densus mengalami luka-luka di tangan akibat serangan tersebut. Sedangkan tiga terduga teroris tewas akibat tembakan petugas Densus 88 Antiteror.

Tembakan terpaksa dilepaskan karena pada saat disergap, mereka melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap petugas dengan parang dan senjata api.

Baca juga:

Inilah Manfaat Olahraga Jika Dilakukan Sejak Anak-Anak

Klarifikasi KBRI Finlandia Soal Insiden Lalu Muhammad Zohri yang Kenakan Bendera Polandia Dibalik Pengganti Bendera Indonesia

Wimbledon 2018: Kalahkan John Isner, Kevin Anderson Melaju ke Final

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Ditetapkan Oleh KPK Sebagai Tersangka

“Karena sangat membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, maka ketiga terduga teroris terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur yang akibatnya 3 terduga teroris meninggal dunia,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal,

Saat ini, ketiga jenazah terduga teroris dibawa ke RS Bhayangkara, Yogyakarta. Sebelumnya, Jalan Kaliurang Km 9,5 baik yang arah Utara maupun ke Selatan dilaporkan ditutup oleh Kepolisian.

Menurut Kepala Desa Sardonoharjo Herjuno Wiwoho, sekitar pukul 17.30 Wib dirinya mendapat informasi dari warga jika ada kejadian di Jalan Kaliurang Km 9,5. “Saya masih di rumah, terus ada warga yang memberitahu kalau ada kejadian,” tuturnya. Usai mendapat informasi, dirinya langsung menuju lokasi untuk mengecek. Sesampainya di lokasi, dirinya melihat di jalan sudah banyak anggota polisi.

Kepala Desa Sardonoharjo Herjuno Wiwoho juga menyebutkan bahwa, polisi yang berjaga di lokasi kejadian jumlahnya cukup banyak. Polisi ada yang mengenakan pakaian dinas dan berpakaian biasa. “Polisi yang di lokasi saya lihat membawa laras panjang. Tapi saya tidak tahu kasus perampokan atau teroris,” katanya, Sabtu.

Ia juga mengatakan, sebelum jalan ditutup, terdengar suara tembakan dan ada dua orang tergeletak di tengah jalan, tepatnya di depan Kantor Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

“Di lokasi sempat mendengar dua kali suara tembakan, saya nggak boleh mendekat. Tapi saya dari kejauhan melihat ada dua orang tergeletak di tengah jalan, tidak tahu mereka siapa,” urainya. Dari pengamatan Iniberita,news sekitar pukul 19.00 Wib, terlihat mobil Gegana Jibom dari arah Selatan masuk melintasi garis polisi, ke lokasi kejadian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *