Ariana Grande sampai 4Minute, Ini Lima Konser Musik Maut yang Pernah Terjadi

oleh

Ariana Grande sampai 4Minute, Ini Lima Konser Musik Maut yang Pernah Terjadi

IniBerita.News – Penembakan yang terjadi saat dilangsungkannya konser Route 91 Harvest Festival di Las Vegas menyisakan duka mendalam bagi semua korban dan pihak terkait. Saat penyanyi country Jason Aldean tengah berada di atas panggung, tembakan membabi buta dilayangkan oleh Stephen Craig Paddock dari dalam kamar hotelnya di Mandalay Bay. Tak pelak, aksi brutal Paddock itu menewaskan hingga 50 orang dan melukai 500 lainnya. Di dunia, acara konser yang berujung maut tak hanya terjadi di Las Vegas. Deretan konser musik berikut juga berujung maut serta menimbulkan korban, entah karena teror ataupun keributan antar penonton.

Konser Musik Berujung Maut di Seluruh Dunia

Sebelum heboh kasus penembakan di konser Route 91 Harvest Festival, dunia sempat dihebohkan dengan ledakan yang terjadi di konser musik Ariana Grande. Bintang pop itu tengah menggelar tur konser Dangerous Woman Tour di Manchester, Inggris. Terjadi ledakan keras yang membuat kereta api Manchester Victoria ditutup dan semua jadwal kereta api juga dibatalkan. Saksi mata mengaku ada dua ledakan yang berasal dari arah loket penjualan tiket pada tempat tersebut. Sebanyak 19 orang tewas sementara 500 lainnya terluka. Konser musik berujung maut juga pernah terjadi pada grup musik Korea Selatan, 4Minute. Grup wanita ini tengah menggelar konsernya di Seongnam, Korea Selatan.

Baca Juga : Nekat! 4 Rumah dengan Lokasi Ekstrim Ini Masih Dihuni. Berani Berkunjung?

Insiden maut terjadi pada konser yang diklaim sebagai konser terburuk sepanjang sejarah musik Korea Selatan. Kejadian naas ini berawal dari rubuhnya besi saluran udara. Penyebabnya adalah karena besi saluran ini tidak mampu menahan beban hingga ratusan penonton yang ingin menonton 4Minute.

Korban tewas pada kecelakaan yang terjadi pada Oktober 2014 ini memakan korban jiwa hingga 18 orang. Berikutnya ada konser Gurizada Fandangueira yang terjadi di Santa Maria, Brazil. Konser ini dilangsungkan pada 26 Januari tahun 2013 lalu di Kiss Nightclub Santa Maria, Brazil. Kebakaran hebat terjadi yang konon dipicu oleh salah satu anggota band yang tampil. Ia menyalakan kembang api dan mengenai salah satu bagian plafon ruangan.

Baca Juga : Kisah Pilu Sinead Connett, dari Diperkosa hingga Dipenjara

Kebakaran terjadi pada pukul 2 dini hari dan korban tewas mencapai 232 orang sementara 150 orang lainnya cedera. Sebagian korban tewas akibat dari menghirup asap serta terinjak-injak penonton lain. Tanda pintu keluar di klub itu juga tidak jelas sehingga menyebabkan orang-orang panik serta berlarian tak tentu arah. Bahkan, ditemukan juga 50 mayat yang terpanggang di dalam kamar mandi. Festival musik berujung maut berikutnya datang dari Jerman.

Love Parade yang dilakukan di Duisburg, Jerman ialah pesta umum berbentuk pawai wahana dengan memainkan musik techno. Love Parade umumnya akan dilaksanakan pada musim panas serta telah dimulai sejak 1989.

Baca Juga : Tak Hanya Denis Kancil, Lima Joki Drag Ini Juga Tewas Saat Nyetting Motor

Awalnya, Love Parade hanya sebatas konvoi menggunakan mobil, makan tetapi pesta ini pada akhirnya berkembang menjadi sebuah pawai publik yang diadakan secara besar-besaran. Tempat penyelenggaraannya adalah di Tiergarten serta Siegessaule, Berlin. Pada Juli 2010, sebanyak 21 orang tewas dan 500 lainnya luka-luka sebagai akibat dari tragedi pesta musik ini. Penyebabnya ialah karena peraturan keselamatan yang diabaikan serta kepanikan dalam terowongan pintu masuk ke dalam lokasi konser. Penonton jatuh dan terinjak-injak serta tidak dapat bernapas karena rapatnya antrian penonton. Tragedi ini berujung pada tidak akan dilaksanakannya lagi Love Parade. Demikian adalah beberapa konser musik yang berakhir tragis. Penting untuk mementingkan keselamatan serta keamanan di mana pun kita berada agar kejadian di atas tidak lagi terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *