Akibat Gempa dan Tsunami Palu, Jembatan Kuning Palu Roboh

oleh

Iniberita.newsGempa kembali mengguncang tanah air, sebelumnya tanah air berduka karena gempa lombok yang merenggut ratusan korban jiwa. Kali ini gempa kembali terjadi di Palu dan DonggalaSulawesi Tengah. Gempa ini juga mengakibatkan tsunami, tsunami Palu dan tsunami Donggala ini menghancurkan ratusan rumah penduduk dan juga merenggut korban jiwa.

Pada gempa palu dan tsunami palu ini, jembatan yang menjadi icon palu yaitu Jembatan Kuning Palu ini roboh karena gempa Palu dan terjangan air dan mengakibatkan pemukiman yang terletak di bawahnya juga hancur.

Dikabarkan bahwa tsunami palu ini ketinggiannya mencapai 3 meter di Pantai Palu.

Baca juga: Tsunami Terjadi Akibat Gempa Palu dan Gempa Donggala, Akses Jalan dan Komunikasi Terputus

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa pemukiman warga di sekitar pantai dipastikan hancur tersapu tsunami. Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan jumlah bangunan yang rusak akibat sapuan ombak. Dampak lain yang jelas terlihat akibat tsunami Palu ini adalah robohnya Jembatan Kuning Palu alias Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele.

Sejak diresmikan 12 tahun lalu (2006) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jembatan Kuning Palu ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Karena menjadi jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis.

Nama Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele diambil dari sosok mantan Gubernur Sulawesi Tengah Aminudin Ponulele.

Kemegahan jembatan sepanjang 250 meter pun kian lengkap dengan pegunungan Gawalise di sisi barat dan lembah di sebelah selatan, membuat kawasan Teluk Palu semakin indah. Namun setelah diguncang gempa mencapai lebih dari 7 SR dan tsunami setinggi 3 meter. Kini, kemegahan Jembatan Kuning Palu harus dibayar jadi kenangan.

Bukan hanya Jembatan Kuning Palu, pemukiman yang terletak di bawahnya juga hancur karena diterjang tsunami.

Sebelumnya, Donggala dikabarkan diguncang gempa hingga berulang kali sejak Jumat (28/9). Mula-mula, pukul 14.00, gempa sebesar 6 SR mengguncang kota dengan kedalaman 10 km. Berturut-turut kemudian, gempa susulan terjadi dengan skala 5 SR, 5,3 SR, 6,1 SR, hingga 7,7 SR.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan pernyataan bahwa gempa susulan terakhir berpotensi menimbulkan tsunami, meski status peringatan dini tersebut dinyatakan berakhir. Namun demikian, tsunami ternyata tetap terjadi dengan ketinggian 1,5 meter hingga 3 meter. Hingga kini, jumlah korban jiwa belum dapat dipastikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *