Achoi Bunuh Vela Setelah Tahu Punya Pacar Lain, Begini Kejadiannya

oleh

IniBerita.News – Bun Jun Tjoi atau Achoi (29) tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya, Lie Chu atau Vela (17) karena cemburu, Senin (1/1/2017).

Achoi menghabisi nyawa Vela setelah tahu siswi SMK 6 Pontianak itu punya pacar lain.

Cemburu buta Achoi tak sekadar membunuh Vela, lebih dari itu mengubur semua cita-cita yang disampaikan gadis itu di malam menjelang kematiannya.

Berikut beberapa fakta yang Tribun himpun terkait pembunuhan di hari pertama 2018 tersebut.

1. Sempat pijit Ibu

Kepedihan mendalam terlihat di wajah Yanti, ibu korban.

Matanya merah dan sembab karena menangis sejak semalam hingga sore ini.

Yanti menuturkan, pada Minggu (31/12/2017) malam, Vela sempat membelikan durian dan rambutan untuknya.

Selain itu, Vela juga sempat memijit dirinya yang sedang lelah.

Yanti mengungkapkan Vela merupakan anak yang sangat baik dan berbakti pada orang tua.

Selain sekolah, Vela pun ikut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan sayur dan membantu memanen buah pepaya.

“Kemarin malam dia pulang dari pergi sempat belikan saya durian sama rambutan, terus mijitkan badan saya, sambil bercerita tentang cita-citanya, katanya si pengen bikin saya bahagia. Nanti kalau saya sudah menikah mama ikut Vela ya, katanya begitu,” ungkap Yanti.

2. TKP rumah saudara korban

Tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Vela ternyata rumah milik abang korban.

Hal itu diketahui dari keterangan tersangka Achoi.

Achoi mengaku, hari itu dirinya diminta Vela untuk datang ke rumah yang beralamat di Jalan Kebangkitan Nasional, Pontianak Utara.

Hanya mereka berdua di rumah itu.

Sementara saudara korban sedang di Mempawah.

3. Pesan korban untuk tersangka

Sebelum pembunuhan terjadi, Achoi sempat menyampaikan niatannya untuk bunuh diri ke Vela.

Niat itu disampaikan karena Achoi tak terima korban punya pacar baru.

“Sebelum bunuh dia, kita tidak ngapa-ngapain. Omong masalah hubungan sama dia. Saya bilang, kamu bohongi saya. Coba kamu jujur. Kalau selingkuh ngomong. Jangan diam-diam,” kata Achoi.

“Ngomong gitu saja. Abis itu saya bilang lebih baik aku mati kalau gini. Lalu dia (Vela) bilang kamu (jangan bunuh diri) ingat orang tua kamu, orang tua masih ada. Suatu saat aku pasti cari kamu,” cerita Achoi.

4. Korban tak sempat melawan

Menurut tersangka Achoi, pembunuhan yang dilakukannya menggunakan jaket.

Achoi lalu menjerat leher korban. Situasi saat itu yang hanya mereka berdua, membuat tersangka mudah begitu saja melakukan aksinya.

Di sisi lain, korban tak mampu melawan.

“Dia tidak melawan. Tidak ada teriak,” kata Achoi.

5. Pintu kamar terkunci

Keluarga mendapat informasi tewasnya Vela usai tersangka menghubungi rekannya, Indra lalu meminta agar informasi itu diteruskan ke keluarga korban.

Tersangka juga meminta meminta temannya dan abang kandung korban, Amin mengecek kondisi korban yang terkunci dalam rumah.

Karena terkunci dari dalam terpaksa pintu tersebut didobrak Indra dan Amin.

Setelah keduanya masuk ke dalam kamar, korban dalam posisi telentang dan leher terjerat tali tas warna hitam.

Dan diduga korban sudah tidak bernyawa.

Indra pun langsung menghubungi aparat kepolisian.

6. Polisi tembak tersangka

Anggota jatanras dipimpin Kanit Jatanras Iptu Jatmiko melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Ketika sampai di daerah Simpang Ampar, Batang Tarang Kab. Sanggau, anggota jatanras melihat diduga kuat pelaku sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR warna hitam bernomor polisi KB 2522 XX,” kata Kasat Reskrim, Kompol M Husni Ramli.

Saat di lakukan pengejaran, tersangka Achoi mencoba kabur dengan motornya, sehingga anggota terpaksa menabrakan mobil ke sepeda motor pelaku.

“Pelaku terjatuh dari sepeda motor, saat anggota turun dari mobil untuk menangkap, tetapi pelaku masih mencoba melarikan diri. Sempat diberikan tembakan peringatan, tapi ia masih berusaha kabur, akhirnya pelaku terpaksa dilumpuhkan, anggota menembak kaki kiri pelaku, barulah dia berhasil kita tangkap sekitar pukul 05.50 WIB,” kata Husni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *