5 Pedagang yang Menyedot Perhatian di Media Sosial

oleh

IniBerita.News – Banyak cara yang dilakukan oleh seorang pedagang untuk menarik perhatian pembeli. Mulai dari bergaya unik hingga membuat barang jualannya tampak berbeda dengan yang lainnya.

Namun tidak melulu soal kreativitas dari penjual, kadang kala seorang pedagang bisa mencuri perhatian masyarakat karena situasi dan kondisinya. Seperti seorang yang berdagang dengan keadaan fisik yang tidak sempurna.

Iniberita.news merangkum lima pedagang yang sempat menyedot perhatian di media sosial, sebagai berikut :

1. Rinto, pedagang bakso berdasi

Pedagang yang sempat menyedot perhatian publik pertama adalah Rinto, pedagang bakso keliling asal Makassar yang berpenampilan ala pegawai kantoran.

Foto Rinto sedang berdagang bakso viral di media sosial, salah satu akun Instagram yang mengunggah foto Rinto adalah @Makassar_info, pada Minggu (4/2). Dalam unggahan tersebut tampak Rinto yang berpakaian formal, lengkap dengan jas, dasi, serta sepatu kulitnya sedang melayani pembeli, di tempat biasa ia menjajakan dagangannya.

Penampilan yang unik tentu membuat pelanggannya tertarik dan tak jarang mereka juga meminta foto bersama Rinto. Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah dibanjiri like sebanyak 5.074 ribu orang dan mendapat banyak komentar beragam dari warganet.

kumparan (kumparan.com) kemudian mengkonfirmasi hal ini kepada salah satu pelanggan setia Rinto, Wahyu. Dia mengaku sudah menjadi pelanggan bakso Rinto kurang lebih sekitar 10 tahun.

“Dari kecil sudah jadi langganan bakso Mas Rinto. Kisaran 10 tahunan kalau tidak salah ingat. Dia berjualan di Jalan Dangko Makassar,” ujar Wahyu saat dihubungi kumparan.

Setiap hari, Rinto biasa berjualan bakso menggunakan gerobak dorongnya, mulai pukul 04.00 sore hingga 10.00 malam. Menurut Wahyu, Rinto sudah memiliki banyak pelanggan. Pria berusia sekitar 40 tahun itu biasa menjual bakso dagangannya Rp10.000 per porsi. Unggahan soal Rinto ini dibanjiri komentar positif dan banyak mendapat pujian dari netizen.

2. Cak Hendrik, pedagang pecel lele berjualan saat banjir

Hendrik tidak menyangka warung pecel lelenya akan ramai dibahas netizen karena tetap buka meski dilanda banjir. Menurutnya banjir sudah menjadi langganan di sana dan dia biasa berjualan ‘dikepung’ genangan.

“Setiap banjir emang begini, saya nggak kaget deh. Kadang-kadang air sampai (di warungnya) dagangan sudah abis, sudah mau tutup,” kata Hendrik saat berbincang dengan iniberita.news di warungnya di kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Kamis (8/2) malam.

facebook Wahyu Putra

Hendrik menceritakan soal foto warung pecel lelenya yang viral. Saat itu Hendrik seperti biasa membuka warungnya pada pukul 17.00 WIB, hujan turun dengan deras. Ketika air mulai naik sekitar pukul 22.00 WIB, Hendrik sedang mendapat banyak pesanan nasi bungkus sehingga dia tidak sempat beres-beres. Tak lama kemudian air sudah naik hingga 1 meter lebih.

“Lagi ramai warung, nggak muat (kursinya) ada pesanan 20 sampai 35 bungkus. Sampai tutup warung itu (pesanan) nggak berhenti,” katanya.

Saat banjir Hendrik mendapat omset Rp2 juta. Biasanya saat sedang tidak banjir dia bisa mendapatkan omset hingga Rp3 juta.

3. Adhie, pedagang es dengan atraksi unik

Pedagang yang sempat viral di media sosial juga dialami oleh Adhie. Aksi kocaknya saat melayani seorang pembeli minuman dingin di Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah menarik perhatian netizen.

Tak seperti penjual minuman pada umumnya,ia menyajikan dagangannya dengan atraksi yang unik dan menarik perhatian. Menggunakan musik, ia lincah melempar es batu dan meracik minuman beraneka rasa.

Sesekali pria yang akrab disapa Maskot itu berlagak seperti seorang bartender. Banyak orang berhenti, sekadar menonton aksi Adhie atau membeli minuman dingin seharga Rp5.000 miliknya. Satu di antaranya ialah Karina Wijaya, seorang pengguna Facebook yang merekam dan mengunggah aksi Adhie itu.

“Seru banget kalau liat mas ini bikin pop ice pokoknya seru! Hahaha,” tulis Karina pada keterangan video yang diunggah pada Selasa (27/1).

Adhie biasa menjajakan minumannya di sekitaran jalan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah mulai pukul 10.00 pagi hingga malam.

“Yang mau lihat atraksi mas seru ini, datang saja ke Kereng Bengkirai, cari gerobak yang jualan pop ice di pinggir jalan. Jangan lupa beli yaa,” kata Karina.

4. Opi, remaja penjual jamu di Pekalongan

Tak hanya Andie, seorang remaja bernama Opi Windasari di Pekalongan, Jawa Tengah juga sempat viral di media sosial, lantaran rela berjualan jamu keliling desa agar bisa membeli obat untuk ibunya yang sakit.

Foto Opi berjualan jamu ramai diperbicangkan di jejaring sosial. Foto Opi diunggah oleh pemilik akun Facebook @AfwaAlKhawarizmi yang saat itu sedang melintasi jalan di Desa Banyurip Alit. Afwa melihat Opi di pinggir jalan sedang menjual jamu. Ia kemudian langsung menghampirinya dan memesan jamu Opi.

Melalui Afwa, iniberita menghubungi Opi. Menurut gadis berusia 20 tahun ini, berjualan jamu merupakan perkerjaan ibunya sehari-hari. Namun sejak ibunya sakit, dia menggantikan tugas ibunya.

“Ibu sedang sakit, jadi saya yang menggantikan. Sudah ada sekitar seminggu saya jualan jamu keliling Desa Banyurip, kebetulan ini juga lagi libur panjang sekolah,” ucap Opi saat dihubungi iniberita, Rabu (27/12).

Opi saat ini sedang duduk di kelas 3 di Madrasah Alliyah Hidayatul Athfal, Pekalongan. Ia hanya tinggal bersama ibunya yang sedang sakit. Sang ibu sudah lama berpisah dengan ayahnya.

Sejak pukul 06.30 WIB Opi sudah keluar rumah dengan menggunakan sepeda ontelnya, untuk keliling desa menjajakan jamunya itu hingga pukul 14.00 WIB. Dengan penghasilan yang tak menentu, Opi tetap bersyukur karena masih bisa untuk membelikan ibunya obat. Bukan hanya itu, untung dari berjualan jamu juga Opi gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, Opi rela menjalaninya tanpa ada rasa malu ataupun gengsi. “Saya orangnya percaya diri, tidak peduli orang mau bilang apa. Daripada kelihatannya orang ada, tapi kenyataannya tidak ada malah itu bikin malu,” tuturnya.

5. Khalik, kakek penjual boneka pakai troli

Semangat kakek Khalik dalam bekerja sempat menyedot perhatian publik. Dengan semangat menggebu, ia yang berumur sekitar 80an itu mendorong troli berisi boneka keliling Jakarta.

Kisah Khalik dibagikan oleh Muhamad Hardiansyah lewat akun Facebooknya @ArdhyTowew, Rabu (17/1). Dalam unggahan tersebut tampak Khalik sedang menjajakan boneka dagangannya dengan troli yang ia dorong sendiri. Hardiansyah membagikan kisah itu dengan tujuan agar dagangan Khalik nantinya habis terjual.

Dikonfirmasi iniberita, Senin (22/1), Hardianyah mengungkapkan dia mellihat Khalik berjualan ketika hendak berangkat ke kantor di Jalan Enggano Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tepatnya di depan Bank BCA pada Rabu (17/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Saya lihat kakek Khalik dorong-dorong troli yang isinya penuh dengan boneka. Lalu saya langsung parkirkan motor di pinggir jalan dan menghampiri kakek itu,” kata Hardiansyah saat dihubungi iniberita.

Menurutnya, Khalik menjual boneka itu dengan harga Rp50 ribu untuk ukuran kecil dan Rp120 ribu untuk boneka berukuran besar. Merasa tak tega melihat kakek mengelilingi Jakarta untuk menjajakan boneka, Hardiansyah akhirnya membeli salah satu boneka itu seharga Rp50 ribu. Saat kakek Khalik ditanya tempat tinggalnya, ia menjawab selama ini tidur di halaman Masjid Raya Al-Husna, Tanjung Priok.

Tak hanya itu, Khalik juga juga mengaku rela mendorong troli berisi boneka di bawah teriknya matahari untuk membeli nasi demi menyambung hidup. Yang lebih mengiris hati, kakek itu selalu terdiam ketika ditanya soal keberadaan keluarganya.

Unggahan Hardiansyah di Facebook ternyata mendapat banyak respons positif dan dukungan dari netizen. Tak jarang mereka mengirim pesan ke Hardiansyah untuk memberi bantuan atau sekadar membeli boneka dagangan Khalik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *