5 Fakta Bocah SD Dianiaya Teman di Sekolah Usai Gol Bunuh Diri, Sudah 7 Hari Kondisinya Makin Pilu

oleh

IniBerita.News – Siswa SD yang bernama T (12) awalnya bermain bola dengan teman-teman sekelasnya.

T siswa SDN Pakunden 1, Kota Kediri, Jawa Timur itu membuat gol bunuh diri, dan berujung pengeroyokan teman-temannya.

Kejadian tersebut berlangsung hari Kamis (18/1/2018) saat jam istirahat di halaman sekolah.

Berikut 5 fakta tentang Boah SD yang dianiaya :

1. Kronologi

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri Chevy Ning Suyudi menjelaskan, kasus kekerasan ini bermula dari main bola antara pelaku dan korban di halaman sekolah.

“Saat bermain bola, korban malah membuat gol bunuh dirisehingga menjadi sasaran penganiayaan rekan-rekannya. Ada yang memukul dan menendang mengenai kemaluannya,” jelasnya kepada Surya, Sabtu (27/1/2018).

Dijelaskan Chevy, sebenarnya masalah ini telah diselesaikan pihak sekolah, korban dan pelaku telah berdamai.

Baca Juga : Bertampang Lugu, Tak Disangka Siswi SMA Ini Ternyata Main di Video Hot Karaoke

Namun, T mengalami trauma luka sehingga tubuhnya demam hingga harus dirawat di Ruang ICU.

2. Keterangan orang tua korban

Dari keterangan orangtua korban, salah satu dari ketiga pelaku yang memukul dan menendang pernah memalak atau meminta uang secara paksa kepada korban namun kejadian itu sudah berlangsung agak lama.

3. Keterangan polisi

Petugas Unit PPA Polresta Kediri telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang didampingi orangtua dan pendamping psikolog.

Pemeriksaan dilakukan di rumah salah satu warga Kelurahan Pakunden usai pulang sekolah.

Mengingat para pelaku masih di bawah umur, pemeriksaan yang dilakukan petugas Unit PPA tidak dilakukan secara formal tapi sambil duduk lesehan di rumah warga.

Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Ridwan Sahara saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas telah memeriksa 5 anak sebagai saksi. Ke 5 anak ini yang ikut bermain bola bersama korban.

Terkait pemicu pemukulan dan tendangan yang menimpa korban saat ini masih diselidiki.

Baca Juga : Siswi SMA yang Telanjang Dada Sambil Karaoke di Tulungagung Juga Pernah Foto Bugil Saat SMP

“Petugas masih terus melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sejauh ini masih belum ada tersangka kasus kekerasan dengan korban dan pelaku masih anak-anak.

Baik korban dan pelaku teman satu kelas

4. Jumlah Saksi bertambah

Sementara penanganan perkaranya telah ditangani Unit PPA Polresta Kediri.

Jumlah saksi yang diperiksa juga bertambah yang semula hanya 3 anak yang diduga melakukan pemukulan menjadi 7 anak.

Anak-anak ini telah dimintai keterangan petugas usai pelajaran sekolah pada Sabtu (27/1/2018).

Pemeriksaan juga didampingi psikolog dan petugas dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri.

5. Kondisi korban

Akibat kenakalan teman-temannya itu, T harus dilarikan ke RS.

Bocah ini dirujuk ke RSUD Dr Soetomo karena membutuhkan penanganan dan perawatan medis secara khusus.

“Korban telah dirujuk dibawa ke RS Dr Sutomo yang memiliki peralatan medis lebih lengkap,” ungkap Chevy Ning Suyudi, Kabid Pendidikan Dasar Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri kepada Surya, Minggu (28/1/2018).

Tim pendamping dari Diknas Kota Kediri telah membesuk T yang saat ini dalam perawatan intensif di ICU RS Dr Sutomo.

Selama perawatan, biaya rumah sakit juga akan dibantu oleh Pemkot Kediri.

Baca Juga : Jawaban Blak-blakan Asisten Menteri Susi Soal ‘Sogokan’ Rp 50 Miliar

Kondisi korban saat ini mengalami gangguan syaraf setelah kemaluannya ditendang rekan-rekannya.

Selain lemas, korban juga sulit berbicara normal.

Sementara dari hasil diagnosa awal, diduga T terkena virus sehingga kondisinya tubuhnya menjadi lemah.

Virus yang menyerang tubuh T saat ini masih dalam penanganan tim medis rumah sakit. “Kami masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *