4 Suku Pedalaman Ini Hampir Punah, Begini Kondisi Mereka Sekarang!

oleh

4 Suku Pedalaman Ini Hampir Punah, Begini Kondisi Mereka Sekarang!

IniBerita.News – Berbagai negara di dunia ini pasti memiliki beberapa suku pedalaman yang tinggal di daerah pedalaman negara tersebut. Di Indonesia sendiri terdapat beragam budaya dan suku pedalaman yang masih terjaga dan lestari hingga saat ini. Hal ini berbeda jauh dengan suku pedalaman yang ada di beberapa negara lain. Keberadaan suku pedalaman yang ada di beberapa negara tersebut terancam hampir punah. Tidak semua suku pedalaman dapat bertahan lama dan tetap abadi selamanya. Nah, berikut adalah 5 suku pedalaman yang terancam hampir punah.

5 Suku Pedalaman yang Hampir Punah

  1. Suku El Molo di Kenya

Suku El Molo ini terdapat di Kenya, tepatnya mereka tinggal di sebelah tenggara pinggir Danau Turkana. Tercatat sekitar 800 orang warga suku El Molo masih bertahan hingga kini. Suku ini mulai menutup diri sejak mereka mengalami konflik dengan suku lainnya di Kenya. Sayangnya keberadaan ini hampir punah akibat dari polusi dan terjadiny evaporasi dari Danau Turkana. Selain itu, kepunahan suku ini semakin nampak dari bahasa yang digunakan. Bahsa asli El Mono sudah jarang terdengar. Anak-anak suke El Mono saat ini lebih sering diajarkan untuk  menggunakan bahasa asing. Hanya beberapa orang dan orang tua saja yang masih menggunakan bahasa El Mono dalam kehidupans ehari-hari. Itupun tidak menggunakan bahas El Mono seutuhnya, kebanyak bahasa yang digunakan adalah bahsa Maa atau Swahili. Perekonomian suke El Molo hanya dapat diselamatkan dengan adanya sektor turisme dan dari hasil penjualan kerajinan suku El Molo.

  1. Suku Nukak di Kolombia

Suku Nukak merupakan satu dari 32 jumlah suku di Kolombia yang terancam mengalami kepunahan berdasarkan keterangan dari PBB. Bagaimana tidak, saat ini hanya sekitar 420 warga  suku Nukak yang tersisa. Semakin berkurangnya jumlah penduduk Suku Nukak disebabkan karena adanya perdagangan narkoba hingga terjadinya konflik militer antara pemerintah dan kawanana pemberontak yang mengakibatkan tempat tinggal suku ini tepatnya di selatan hutan hujan Kolombia menjadi tempat yang berbahaya untuk ditinggali. Akibat konflik ini, sebagian besar penduduk suku Nukak tinggal di camp pengungsian. Kontak dengan dunia luar menyebabkan suku ini rentan karena tingkat survival mereka dengan dunia luar cukup rendah. Bahkan menurut data Survival Internasional, 50% dari penduduk suku Nukak meninggal dunia setelah melakukan kontak dengan dunia luar.

  1. Suku Akuntsu di Brazil

Sangat disayangkan mendengar kabar bahwa jumlah penduduk yang tersisa dari Suku Akuntsu ini sekitar 5 orang saja. Suku ini tinggal dan menetap di Rondonia sebelah barat laut Brazil setelah menjadi korban kekejaman dan pembunuhan masal. Namun kehidupan mereka di Rondonia kembali terusik dengan setelah kawasan tempat tinggal mereka dibuka untuk pengembangan wilayah yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan masal suku Akuntsu sekitar tahun 1990. Hingga saat ini hanya tersisa 5 orang penduduk Akuntsu dan suku ini melarang pernikahan dengan suku lain menyebabkan suku ini terancam akan benar-benar punah.

  1. Suku Jarawa di India

Suku ini merupakan satu dari 4 suku asli di kepulauan Andaman yang menutup diri dari dunia modern sampai dengan tahun 1998. Penduduk suku ini tercatat tinggal 200-300-an orang. Penduduk suku ini sangat tidak ramah jika ada orang saing mengusik keberadaan mereka. Jarawa memiliki arti “orang asing” dalam bahsa Andaman, Aka -Bea. Saat ini pemerintah India tengah mambntu melindungi suku ini agar tidak mudah diakses oleh orang asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *