31 Januari 2018 Momen Langka Terjadi, Simak Tata Cara Shalat Gerhana

oleh

IniBerita.News – Gerhana bulan diprediksi akan terjadi pada 31 Januari 2018.

Fenomena gerhana bulan total ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Seperti dilansir iniberita.news dari Kompas.com, Minggu (28/1/2018), Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Drs. Gunawan Admiranto mengatakan warga Indonesia bisa menyaksikan momen langka ini pada Rabu (31/1/2018).

Gerhana bulan akan dimulai pukul 18.48 WIB.

Gerhana bulan total akan terjadi sekitar pukul pukul 19.51 WIB hingga 21.07 WIB.

Gerhana bulan ini bisa dinikmati dimana saja seperti di halaman rumah.

Tapi saran Gunawan agar melihat fenomena ini di tempat yang lapang atau luas seperti di lapangan.

Paling penting tempat bebas dari polusi dan berdoa saja tiak mendung gaes.

Gerhana akan berlangsung selama satu jam 16 menit.

“Gerhana bulan ini sangat istimewa, karena fullmoon, supermoon, dan eclips terjadi secara bersama-sama. Memang jarang sekali terjadi, terkahir 152 tahun yang lalu,” kata Gunawan.

Lebih dari itu ada ibadah yang bisa dilakukan ketika gerhana terjadi.

Seperti dilansir dari Muslim.or.id, ada ajuran nabi untuk melakukan ibadah ketika gerhana datang.

Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa radhiyallahu ‘anhu :

عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ : خَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ ، فَأَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ ، وَقَالَ : (هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ؛ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ)

“Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadinya hari kiamat, sehingga Beliau mendatangi masjid kemudian shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang begitu lama.

Aku belum pernah melihat Beliau melakukan salat sedemikian itu.

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya, gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang.

Tetapi Allah menjadikan yang demikian untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya.

Apabila kalia melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah ta’ala” (HR. Bukhori no. 1059, Muslim no. 912).

Adapun tata cara salat gerhana sebagai berikut:

indowarta.com

1. Pertama Takbir Ihram.

2. Membaca doa iftitah, berta’awudz, membaca surat Al-fatihah, membaca surat yang panjang seperti Al-imran, Al-baqarah dan lainnya dengan zahr atau bersuara.

Seperti pada HR Bukhari dan Muslim berikut: “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901).

3. Takbir terus Ruku’dan disunahkan untuk memanjangkannya.

4. Kemudian bangkit dari ruku dengan mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMIDAH.

5. Lalu i’tidal membaca surat Al-fatihah, membaca surat pendek atau surat panjang lainnya.

6. Sujud, disunahkan pada saat sujud untuk berdoa akan hajat yang akan disampaikan kepada Allah SWT.

7. Duduk diantara dua sujud

8. Setelah Takbir dan itu sujud lagi.

9. Melakukan takbir dan bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua seperti bagaimana saat gerakan dan baacaan raka’at yang pertama hanya saja dalam bacaan dan juga gerakan-gerakannya jauh lebih singkat dari pada rakaat yang sebelumnya.

10. Dan yang terakhir setelah sujud yang terakhir melakukan Tasyahud akhir.

11. Terakhir Salam.

7uplagi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *